Thailand 2016
Antara aku dan pulang
ataukah aku yang hilang?
Jejak-jejak purba kita berlalu-lalang
dilalui orang pergi dan pulang
persimpangan itu
persimpangan penuh sejuta
sejarah tersajak dalam tinta
tertulisnya sejuta kisah kau aku
persimpangan itu,
persimpangan yang membuat aku menoleh
memandang lalu berlutut
menumpu dan memupuk benih rindu
atas terpisahnya kita
"lupa aku setapak jalan tempuh masa silam"
adalah aku terduduk dalam hitam
membiarkan bintang menghitung
butir rindu dalam setiap hela nafas
adalah aku yang tertiup angin
masa silam yang kejam
yang hanya menyampaikan rindu
tanpa meramu jarak dan waktu untuk bertemu
"ataukah aku hilang dalam pertualang?"
Th, 28-08-16
Hyd,
Showing posts with label Bus. Show all posts
Showing posts with label Bus. Show all posts
Saturday, 27 August 2016
Friday, 26 August 2016
Sajak Anak Ayam
![]() |
| Persimpangan |
tetapi patah dalam setiap renungan malam
terpampang wajahmu dalam diam yang ku lakukan
terlukis wajahmu dalam hitamnya nan kelam
Berulangkali aku menulis sajak-sajak kangen
luluh lantak dalam namamu di ketidaksadaranku
ruh-ruh sajak Rendra membingkai indah di pelupuk
Pertamakalinya aku rindu seberat ini
tidak tahu aku akan artinya sakit
gelap aku dari bayangan anggun lain
tatkala gerimis rindu darimu sedang bertamu
adalah aku si anak ayam yang sedang berteduh
Sunday, 7 August 2016
Rindu Itu Karya Tuhan
Saturday, 30 July 2016
Bukan Pulang: Terkisahnya Ayah, Ibu dan Senja
![]() |
| Dok. Pribadi (Thailand, 2016) |
berpangku tangan membiarkan serta meninggalkan
roda-roda ini kian membawaku pergi menuju rumah
meninggalkan mentari, serupa sejuta wajah bidadari
ku kira ini perjalanan pulang,
menuju rumah yang ada serulingnya
serta gendang berirama satu dua dan tiga
sampai rupanya senja kian menghilang
dan aku hanya tiba di setapak persimpangan
inikah pulang?
lalu kuratapi lagi kepergiannya yang tak membekas
seiring bias langit biru yang sirna dalam hitam
aku sepi semakin menjadi-jadi
mati dalam sejuta kata tak senada, aku sendiri
inikah setengah mati?
Sekali lagi,
ku kira ini perjalanan pulang,
menuju rumah bertiang kayu nyire
kudatangi, pun daku tak jua sampai
diatas sana, di langit hitam
rembulan berkedip dalam bingkai jendela
serempak gerimis menetesi kaca (ini)
dia bisikkan padaku
"Pulang bukan meninggalkan (senja), pun
Pulang adalah menuju rumah yang ada
kecut keringat ayah
serta angin nasihat ibu"
bila tidak, selamaanya perjalananmu bernama pergi
sekali lagi, ini hanya perjalanan biasa
--bukan pulang--
Th, 30 Juli 2016
Bus Satun-Hatyai,
#hyd
Location:
Songkhla, Thailand
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Pigura Kayu (Terdokumentasi dalam kumpulan puisi Padang Keladi) Pigura membawaku ke seberang pulau memahat ayu wajah ibu, ku tatap s...
-
Suatu pagi seorang bapak muda duduk dengan putranya. Ditengah kegundahan hatinya karena sedang sakit, bapak tersebut tidak bisa bekerja se...
-
today.line.me Sanggar Anak Alam (SALAM) merupakan pendidikan alternatif yang memiliki kurikulum berbasis penelitian/ riset. Masih bany...


