Showing posts with label Tanah air. Show all posts
Showing posts with label Tanah air. Show all posts

Thursday, 23 November 2017

SAJAK ANAK PALESTINA


Nasib kami melambung bersama debu-debu
tertimpa hujan selanjutnya jatuh ke jalan
tercium bau-bau sajak kematian dalam badan kami.

Nasib kami hanyut dalam sungai-sungai merah
pecah berkeping terhimpit batu
terpancar sajak kesengsaraan dalam raut muka kami

Tang melintang jatuh terombang
Tang melintang tubuh terlentang
Anak-anak kami berlari disela-sela gedung
Ujung senapan serupa malaikat maut
mengancam sejak pagi hingga petang
Kabut gelap tak mengenal pagi ataupun malam

Nasib kami melambung bersama debu-debu
sisa keangkuhan manusia laknatullah
Nasib kami hanyut bersama sungai-sungai
sisa darah mujahid fi sabilillah

Anak-anak kami berlari mengejar kehidupan
bukan pamrih di hadapan mentari

Yogyakarta, 2010
Haiyudi

Friday, 30 September 2016

SUMBU

http://4.bp.blogspot.com
Setinggi apapun sumbu ku letak
bila kau siram minyak
ia menjalar, terbakar jua

Ternyalanya api diatas sumbu
basah, sedikit bau, namun menerangkan
panas, menyakitkan, namun menerangkan

Malang sekali engkau, Sumbu
dibasahi lalu dibakar
demi menerangi kafilah-kafilah malam

Adalah kita, sepasang cicak
di dinding yang terterangi olehnya.

Saturday, 27 August 2016

Sajak; Pulang dan Hilang

Thailand 2016
Antara aku dan pulang
ataukah aku yang hilang?

Jejak-jejak purba kita berlalu-lalang
dilalui orang pergi dan pulang
persimpangan itu
persimpangan penuh sejuta
sejarah tersajak dalam tinta
tertulisnya sejuta kisah kau aku
persimpangan itu,
persimpangan yang membuat aku menoleh
memandang lalu berlutut
menumpu dan memupuk benih rindu
atas terpisahnya kita

"lupa aku setapak jalan tempuh masa silam"

adalah aku terduduk dalam hitam
membiarkan bintang menghitung
butir rindu dalam setiap hela nafas

adalah aku yang tertiup angin
masa silam yang kejam
yang hanya menyampaikan rindu
tanpa meramu jarak dan waktu untuk bertemu

"ataukah aku hilang dalam pertualang?"

Th, 28-08-16
Hyd,



Friday, 26 August 2016

Sajak Anak Ayam

Persimpangan
Berulang kali aku membaca sajak-sajak rindu
tetapi patah dalam setiap renungan malam
terpampang wajahmu dalam diam yang ku lakukan
terlukis wajahmu dalam hitamnya nan kelam

Berulangkali aku menulis sajak-sajak kangen
luluh lantak dalam namamu di ketidaksadaranku
ruh-ruh sajak Rendra membingkai indah di pelupuk
Pertamakalinya aku rindu seberat ini

tidak tahu aku akan artinya sakit
gelap aku dari bayangan anggun lain
tatkala gerimis rindu darimu sedang bertamu
adalah aku si anak ayam yang sedang berteduh

Wednesday, 3 August 2016

SABDA ALAM UNTUK INDONESIA

http://www.sbs.com.au/
senyumlah walau itu palsu 
bangkitlah walau tak selalu tegak 
bersenandunglah walau tak bernada 
tertawa, walau sebenarnya kita menangis 
Indonesiaku..... 
megah namun telah musnah 
yang tersisa hanya debu-debu kedustaan 
Indonesiaku... 
indah tapi kini telah sirna 
yang tampak hanya puing-puing kesedihan 
ketika nyanyian alam terdengar 
dengarkanlah!
ketika bumi mulai bergetar 
kasakanlah!
ketika butiran nyawa tak lagi berharga 
lihatlah!
pulau yang asri kini penuh noda 
penguasa yang jujur tak lagi ada 
nyanyian rakyat seakan percuma 
maka ketahuilah 
sabda alam 
itulah dia

Ditulis ulang:
Thailand, 2016
Hyd

Pigura