Sunday, 11 May 2014

Tanpa Judul



Kutitipkan laut, dia berombak

Kutumpukan angin, terbang melayang

Kusimpan bersama embun, kedinginan

Kulempar kematahari, terbakar

Bingung....

Bunga tak selamanya mekar

Pun begitu dengan senyum

Tak selamanya segaris
Bukan kisah Mahabarata
Apalagi Angling Dharma


Hanyalah gelisah akan satu rasa 
Ini bukan kasih dalam bait puisi

Juga bukan cinta dalam kata kata

Resah mencari makna

Ingin kubuang rasa rindu

Karena alamat dulu tak dapat dituju

Ohhh.... meski meraba, ternyata rasa masih dalam senyum mu

                                                                      KH2

Wednesday, 5 March 2014

GALERI PLERET SHOWBIZ ATRIUM



PLERET SHOWBIZ ATRIUM

Pleret, 06 Maret 2014. PLERET SHOWBIZ ATRIUM (PSA) merupakan tema yang diusung oleh mahasiswa KKN Reguler UAD wilayah Kecamatan Pleret dalam acara penarikan mahasiswa KKN. Kegiatan PSA yang berlangsung pada tanggal 19 Februari 2014 ini mempunyai tiga rangkaian kegiatan inti dalam 1 hari penuh. Pertama, penyerahan 129 mahasiswa KKN oleh jajaran pemerintahan Kecamatan Pleret dalam hal ini dilakukan langsung oleh camat peret Bpk. Slamet Santosa, SIP dan diterima kembali oleh pihak LPM UAD yang dihadiri oleh Dr. Rina Ratih. S.S, M.Hum dan juga Beni Suhendra Winarso, S.E.,M.Si selaku Korlap KKN Reguler Pleret. Acara ini berlangsung mulai pukul 10.00- 11.30 WIB. Acara ini berlangsung haru bagi sebagian mahasiswa dikarenakan harus berpisah dengan keluarga kecilnya. "Disamping rasa bahagia karena sudah melaksanakan tugas KKN selama 1 bulan, juga ada perasaaan haru dikarenakan harus berpisah dengan keluarga kecil KKN" ungkap Berty Ariesta W, salah seorang mahasiswa KKN UAD.
Setelah rangkaian acara penarikan tersebut, acara selanjutnya ialah Pameran dan Workshop UMKM. Acara ini dimulai sejak pukul 14.00-16.00 WIB. Adapun bangku pameran diisi dengan aneka Kuliner khas daerah setempat dan juga hasil kreasi mahasiswa KKN UAD seperti, singkong pedas, susu jagung, dll. Disamping itu juga terdapat kerajinan tangan binaan mahasiswa KKN UAD seperti aneka macam asessoris gantungan kunci, sarung HP dll.
Adapun acara inti dalam rangkaian Pleret Showbiz Atrium adalah pengajian akbar yang menghadirkan sastrawan serta budayawan ternama Emha Ainun Najib atau akrab dipanggil Cak Nun. Acara pengajian ini berlangsung penuh hikmad. Nama besar Cak Nun berhasil menarik perhatian warga setempat. Pengnjung yang datang dalam acara pengajian ini diluar ekspektasi panitia. "Luar biasa ini benar-benar diluar dugaan kami. Namun alhamdulillah dengan persiapan yang matang setidaknya acara ini berjalan dengan lancar" ungkap Yudhi salah seorang mahasiswa yang juga merupakan panitia dalam acara ini. Acara puncak ini juga dihadiri oleh Camat Pleret, Lurah Bawuran dan tentunya Lurah Wonolelo yang merupakan tuan rumah, juga tidak terlewatkan LPM UAD yang diwakili oleh  Dr. Rina Ratih. S.S, M.Hum, Dra. Sudarmini serta Beni Suhendra Winarso, S.E.,M.Si. Dalam sambutannya, LPM mengungkapkan kebanggaan terhadap mahasiswa KKN UAD khususnya wilayah kecamatan pleret. Acara ini berlangsung sejak pukul 20.00-0030 WIB. (Yudhi Doank)
Galeri foto kegiatan serupa dapat dilihat Galeri Foto Kegiatan Pleret Showbiz Atrium

Berita Terkait:
KKN UAD hadirkan Cak Nun
KKN UAD terbilang sukses
Cak Nun di Pengajian Perpisahan KKN UAD PLERET
Penutupan KKN UAD gelar Pengajian Cak Nun
Audiensi Prapenarikan KKN UAD

Sunday, 17 November 2013

Pelangi

Harusnya ku tak mencintaimu walaupun itu indah
karena kau dimilikiNya
kini kau bagaikan pelangi yang hanya bisa ku tatap indah warnamu
Yaaa.... biarkan ku diam dalam gelap,
Agar ku bisa melihat pelangi dikala gerimis dan matahari meyatu

Asa

Bukanlah hadirmu kini, bayangmupun tak ku temui
Jangankan cintamu itu, rindumupun tak ku sudahi
bintang.....
jauh disana
jangankan terbang, melompatpun aku tak mampu
Bumilah yang membantuku menjar "asa" menggapai bintang
walau menunggu keajiban datang
(yudhi doank)

ELIMINASI DIRI

Aku melukis karena aku suka seni, namun bukan berarti aku seorang seniman, Aku menunggumu karena aku suka kamu, namun bukanpah aku seorang pecundang.

Dari sekian banyak bintang, seorang seniman pasti memiliki bintang inspirasinya

Dalam gelap ini ku titipkan angan dalam mimpimu dengan harapan saat kau bangun dipagi hari, kau bisa mellihatku tersenyum dalam lelapku setelah berjalan mencari cintamu

Ku yakin dunia hanyalah sebutir debu dibawah telapak kaki kita

Biarkan senja berlalu, karena bintang malam siap menantimu

Aku tau, kamu tau, bahkan hati kita juga tau, hanya bibir kita yang gengsi.

Lukisan yang hidup seindah dirimu membuatku berani melangkah melewati sungai yang mati dan api yang membara.


Pigura